Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, ูู
ِู ุฃุนุฌَุจ ุงِّููุนู
ูุนู
ุฉ ุงِّููุณูุงู، ูุฅَّูู َูููุง ุงِّููุณูุงู ูู
ุง ุณูุง ุดูุฆุง ููุง ุงููุถَุช ُูู ุญَุณุฑุฉٌ، ููุง ุชุนุฒَّู ุนْู ู
ُุตูุจุฉ، ููุง ู
ุงุชَ ُูู ุญُุฒْู، ููุง ุจุทู ูู ุญูุฏ، ููุง ุชู
ุชุน ุจุดูุก ู
ู ู
ุชุงุน ุงูุฏููุง ู
ุน ุชุฐูุฑ ุงูุขูุงุช. "Termasuk nikmat yang paling menakjubkan adalah nikmat lupa ; karena seandainya jika tidak ada lupa, niscaya orang tidak akan bisa lupa akan segalanya, tidak akan habis penyesalannya, tidak akan pernah terhibur dari musibah yang menimpanya, tidak akan lenyap kesedihannya, tidak akan sirna kedengkiannya, dan dia tidak akan pernah menikmati sedikit pun kesenangan dunia, bersamaan selalu mengingat petaka." ✒️ Miftรกh Dรกris Sa‘รกdah 2/236 sumber : https://t.me/PONPES_ASSUNNAH_BATU/1838